Panduan Memulai Belajar CCNA untuk Pemula

Memulai Belajar CCNA

Saat ingin memulai belajar CCNA, banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepala terutama bagi kita para pemula.

Pertanyaan tersebut antara lain adalah:

  1. Apa saja yang perlu dipelajari untuk menguasai CCNA?
  2. Hal-hal apa yang perlu dipersiapkan?
  3. Dimana tempat yang belajar / kursus CCNA yang paling bagus?

Tulisan sebelumnya: Apa itu CCNA dan keuntungan memperoleh sertifikat CCNA

Sekarang akan kita bahas 3 hal diatas.

1. Hal yang perlu dipelajari

Hal yang terpenting adalah fundamental. Jika ingin menguasai apapun, fundamentalnya lah yang terpenting.

Ibarat kita ingin mendirikan sebuah bangunan, agar bangunan tersebut tetap kokoh, kuat akan guncangan, maka kita harus membuat pondasi yang kuat.

Begitu juga saat memulai belajar CCNA. Sama saja.

Lalu, bagaimana cara kita membangun pondasi yang kuat tersebut?

Ada 3 hal-hal dasar yang wajib kamu pelajari dan kuasai, yaitu:

  1. Dasar infrastruktur jaringan, hingga ke infrastruktur jaringan komputer enterprise (campus network).
  2. Perangkat-perangkat jaringan komputer, melingkupi perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan. Dalam hal ini router dan switch Cisco IOS.
  3. Standar komunikasinya, atau networking model. Jangan lompati materi OSI model dan TCP/IP model.

Diatas masih 3 pondasi dasar. Nantinya akan bercabang kemana-mana. Tapi 3 hal tersebut lah yang paling penting.

Contoh blueprint CCNA (saat ini: kode exam 200-125) bisa dibaca disini.

Jangan lewati tahapan dasar

Sengaja saya ingatkan ini di awal panduan. Saya menemui banyak sekali pemula yang melewati tahapan ini, mereka langsung melompat ke konfigurasi lab-lab ekstrem.

Sehingga mereka kebingungan ketika berhadapan dengan pertanyaan dasar atau mengalami isu-isu di lapangan seperti terjadinya kongesti jaringan, route looping, broadcast storm dst.

..bahkan bisa jadi tidak paham dengan istilah-istilah barusan.

Seorang yang tidak memiliki pondasi yang kuat akan panik dan hilang arah ketika mengalami permasalahan sederhana diatas.

2. Persiapan yang perlu dilakukan

Saya tidak ingin menakut-nakuti, jujur saja saya katakan. Proses belajar untuk menguasai CCNA hingga lulus ujian CCNA itu benar-benar melelahkan.

Materi CCNA luar biasa banyaknya dan kita dipaksa menelan itu semua. Belum lagi masalah dana yang harus dipersiapkan, jumlahnya tidak sedikit, dan itu masih untuk mendaftar ujian yang sulitnya bukan main, yang itu juga belum tentu bisa lulus.

Tapi kelak lulus nanti semua hasil yang kita dapatkan akan setimpal, seorang CCNAS (pemilik sertifikat CCNA) sudah tak diragukan lagi kapasitasnya dalam menghandle jaringan skala medium-high, hingga kelas enterprise network.

Yaiyalah, kalau target kamu cuma small home office ngapain cape-cape belajar CCNA. Nantinya kamu paham mulai dari implementasi hingga maintainance nya.

..bahkan lebih.

Lho, ini bukan hal mudah.

Bayangkan saat ini kamu menerima sebuah projek untuk membangun infrastruktur di kantor yang masih baru, dengan spesifikasi seperti berikut:

jaringan_enterprise
Enterprise network: skill minimum junior network engineer – level CCNA

Niat dan tekad yang kuat

Mengenai topologi diatas, don’t worry if you have no idea about it at this time.

Perlahan tapi pasti kamu akan paham, asal benar-benar mau berusaha dan tidak gampang menyerah. Pesannya adalah, topologi seperti itu tidak bisa dipahami jika kita hanya mengkonfigurasinya sesuai gambar, tanpa mencoba skenario-skenario yang lain.

…inilah yang menghabiskan waktu yang tidak sedikit, maka diperlukan niat dan tekad yang kuat.

Pemahaman CCNA itu tidak bisa ditempuh dalam jangka waktu 1 – 2 minggu, apalagi hanya hitungan hari.

  • CCNA memiliki scope yang paling luas dibanding CCNP atau track diatasnya.
  • Pemahaman CCNA tidak bisa diraih dalam 1-2 minggu apalagi hanya hitungan hari. Mustahil.
  • Pengalaman nyata, saya belajar CCNA berawal dengan beberapa teman.
    Padahal buku dan resource lainnya sudah lengkap, kemudian satu per satu menyerah. Karena itu, mereka belum niat.

Okay jadi kalau kamu sampai sekarang kamu belum paham CCNA, jangan ngeluh. Koreksi diri, tanyakan 2 hal ini pada diri sendiri:

  1. Udah niat belum? Kalau belum, ya ga mungkin bisa.
  2. Cara belajarnya udah bener?

Kalau kamu terkendala di alasan pertama, silakan tinggalkan panduan ini. Kembalilah ke hal-hal yang lebih kamu sukai.

Tapi kalau kendala kamu ada di nomor 2, disini saya akan membantu mengubah pola pikir belajarmu. Dibawah saya akan menjelaskan pola belajar CCNA yang terbukti ampuh.

Hingga mahir.

Saya pribadi menghabiskan waktu sekitar 3 bulan untuk belajar CCNA (masih konsep dasar). Tentu kemampuan setiap orang berbeda-beda, karena saya juga seorang pekerja full time sehingga cukup kesulitan untuk mengatur waktu.

Miliki panduan

Pakai buku. Tujuannya agar pembelajaranmu tidak kesasar.

Pertama kali memulai belajar CCNA, saya langsung mengikuti 101 CCNA Labs dari Udemy, mengerjakannya dengan GNS3.

Saya berhasil menyelesaikan sekitar 65 lab . Dalam 2 bulan.

Tapi ya kalau ditanya, kenapa bisa gitu, kenapa gini, tidak bisa jawab apa-apa.

.. karena saya tidak paham konsepnya, sama saja.

Jangan seperti ini.

Alhasil saya banting stir, mengulang dari dasar dengan membaca buku. Inilah kenapa kita perlu punya panduan.

Tapi karena cara belajar setiap orang berbeda-beda, umumnya panduan ini bisa kita bedakan jadi 2 jenis;

  • Buku (wajib): Ada 4 buah buku CCNA yang recommended, kamu tidak harus memiliki semuanya. Satu saja sudah cukup:
    1. CCNA Complete Study Guide 2nd Edition – Todd lammle.
    2. Official Study Guide CCNA RS – Wendel Odom.
    3. Cisco CCNA in 60 Days – Paul Browning.
    4. How to Master CCNA – Rene Molenaar.
  • Video (opsional): ada yang suka belajar dari video, sedangkan saya sendiri justru tidak pernah, alasannya simpel, ngantuk.
    Tapi ada video course CCNA yang bagus seperti; CBT Nuggets dan Keith Bogarts. Di youtube juga tersedia beberapa yang gratis.

Bagaimanapun, buku jadi pilihan panduan ccna yang terbaik. Kenapa?
Jawabannya, karena buku lah solusi yang paling tepat, dan efektif. Fleksibel, apalagi menggunakan ebook yang sudah mendukung mobi atau epub.

PS: Para pakar IT (atau ilmu apapun) selalu belajar dari buku. Walaupun mereka bilang ‘belajarnya otodidak’. Bukan berarti mereka hanya belajar dengan bermodal artikel atau forum gratisan.

Mengenai buku dan video diatas, harganya memang relatif mahal, bagi saya murah. Banget! Bukan karena saya orang yang berlimpahan uang, tapi ini saya anggap investment, bukan cost.

Oh iya, buku-buku diatas di Indonesia masih jarang yang jual. Jarang, bukan berarti tidak ada. Ada, kalau mau berusaha mencari.

Yang paling bagus?

Sama saja. Semuanya bagus.

  • Wendell Odom, terlengkap.
    Karena official cert guide, penulisannya benar-benar pendekatan teknis, pasti sulit kalau kamu adalah orang yang tidak ‘maniak’ membaca.
  • Rene Molenaar, how to learn.
    Lebih santai dibanding yang lain, dijelaskan dengan plain English. Gampang dimengerti kalau kamu memang tidak terbiasa dengan bacaan bahasa Inggris.
  • Todd Lammle, buku yang saya baca.
    Tidak terlalu santai, tidak terlalu teknis juga. Tebalnya hanya setengah dari Official Cert Guide, cuma 1994 halaman (keseluruhan).
  • Paul Browning, targeted.
    Lebih gampang lagi, terutama untuk pemula, karena dilengkapi dengan ilustrasi perangkat-perangkat real.

Sekarang semuanya kembali kepada pembaca dan selera. Karena buku diatas semuanya ditulis dengan bahasa inggris, jadi memang harus dipaksa mengerti, minimal sedia translator saat membaca.

Sulit juga yaah.
..atau kamu juga bisa membeli buku-buku CCNA Indonesia.

Silakan dicari sendiri. Karena saya tidak pernah beli.

Tapi minimal, kamu harus punya salah satu buku diatas. Karena memang itulah yang paling lengkap diantara buku-buku CCNA yang ada.

Versi bukunya?

Kode exam CCNA sekarang adalah 200-125 (V3), sebenarnya tidak masalah jika kamu cuma punya buku versi sebelumnya.

Silakan list saja apa materi yang tidak tertera, bandingkan dengan blueprint CCNA 200-125 versi sekarang.

Kumpulan lab CCNA

Setiap buku yang telah saya jelaskan diatas memiliki hand-on lab yang bisa dipraktikkan. Tapi terus terang saja, itu semua masih sangat kurang.

Seperti kata Rene Molenaar:
“It took me 1000s of hours reading books and doing labs, making mistakes over and over again until I mastered all CCNA RS scope”.

Solusinya: cari/beli kumpulan-kumpulan lab CCNA. Ok kalau masalah ini, di Indonesia banyak yang jual.

Namun lagi-lagi mohon maaf, saya tidak bisa merekomendasikan apapun.

Karena saya hanya pernah membeli Superlab 100 dari IDN, dan ini tidak disarankan jika kamu masih pemula. Sah-sah saja, yang penting pahami dulu konsep dasarnya.

Saya merekomendasikan untuk menggunakan kumpulan-kumpulan lab dari CCNA Exploration.

Apa itu CCNA Exploration?

Salah satu jenis kurikulum CCNA Academy. Ada CCNA Exploration, dan CCNA Discovery. Saat ini kurikulumnya sudah versi 6.

Kalau kamu punya buku CCNA Academy ini, bagus sekali. Tapi yang paling kita butuhkan adalah kumpulan lab nya. Ini bisa kamu peroleh dari instruktur, berarti dapat versi yang terbaru.

Di lab tersebut nantinya terdapat 4 buah folder berdasarkan semesternya:

  1. Introduction to Networking
  2. Routing & Switching
  3. Scaling Networks
  4. Connecting networks

Lab yang saya gunakan masih versi 4. Tapi lengkap, banget.
Sangat cukup untuk pemahaman konsep dasar.

Isinya tidak beda jauh, sebagian besar bedanya hanya pada penamaan saja, seperti (Network Fundamentals, Routing Protocol and Concepts, LAN Switching and Wireless, dan Accessing the WAN).

Jumlah totalnya sekitar 300 lab.
Dengan format [.pka], berarti ada scoring completion dan panduan pengerjaannya.

Ratusan lab ini lah yang nantinya akan kita kerjakan secara rutin. (Btw; dari dulu hingga sekarang kami masih ngebahas lab-lab ini di grup @belajarnetworking, karena selalu ada member baru dan baru memulai dari dasar).

Itu juga sebenarnya masih belum cukup. Tapi setidaknya kita sudah punya pondasi yang kuat, nantinya tinggal mendalami setiap topik yang spesifik.

Oh ya, setelah dari sini saya kembali mengerjakan kembali 101 labs CCNA dari Udemy diatas. Hasilnya, semua selesai tidak sampai 2 minggu. Bahkan saya dengan santai menganalisa semua lab, dengan GNS3 dan Wireshark.

Ok, sekarang kita bahas tools nya.

Packet Tracer » GNS3 » EVE-NG,  Sesuai alurnya

Awal belajar CCNA cukup kok pakai packet tracer,  sangat cukup.

… jangan gaya-gayaan baru belajar CCNA langsung pakai GNS3. Serius. Alurnya engga ketemu.

Saya tidak mengatakan GNS3 atau Unetlab itu jelek, tapi kalau masih pemula sangat tidak disarankan karena kita perlu belajar proses perpindahan PDU yang terjadi pada setiap transmisi data.

Ada fitur di packet tracer yang sangat membantu, yaitu Simulation Mode. Kita bisa mensimulasikan perjalanan packet dari satu perangkat ke perangkat lain.

Ini simulasi.

Tapi cukuplah untuk pembelajaran, karena secara real harus menggunakan tools seperti wireshark yang sulit digunakan kalau kamu masih pemula.

Lagipula, target utama adalah memahami struktur layer dari standar komunikasi yang dipakai.

Dah, terlalu panjang jika kita bahas disini.

Jadi, gunakan packet tracer dulu. Sampai benar-benar sudah merasa paham dengan konsep dasar, silakan gunakan GNS3.

Okay. Sudah jelas tentang panduan yang perlu dipersiapkan.

Tapi ada yang lebih penting dari semua itu.
Selengkap dan sehebat apapun panduan yang kamu miliki, tidak akan ada artinya jika metode belajarnya salah.

Ini yang paling inti.

Aktif berdiskusi

  1. Browsing ke blog dan forum-forum seperti di /r/ccna, /r/networking, networkengineering.stackexchange.com, dst.
  2. Bergabung ke grup-grup dedicated di facebook (Road to CCNA) atau telegram (@belajarnetworking).

Kenapa saya sarankan bergabung di forum?
Tujuannya untuk menghindari ‘passive learning’.

Contoh passive learning: baca buku, nonton video course, nge-lab ala kadarnya (sesuai intruksi di buku/video). Selesai.

..kemudian lupa.

Dengan bergabung di forum, kamu akan (wajib dan usahakan) berdiskusi dengan member lain, untuk mengulang dan menguji pemahaman. Ini yang disebut active learning.

3. Tempat belajarnya

Katanya kan, banyak jalan menuju roma.

Betul. Begitu juga dengan belajar CCNA, banyak opsi yang bisa kita pilih:

  1. Kursus CCNA: di Indonesia sudah banyak lembaga training yang menyediakan training CCNA seperti; ID-Networkers, Best-Path Network, Nixtrain, NetCampus, dst.
  2. CCNA Academy: sama hal nya diatas. Disediakan oleh lembaga training di Indonesia karena kita harus mencari lokasi course terdekat.

Umumnya cuma ada 2 pilihan diatas.

Permasalahannya, kursus CCNA seperti itu akan membutuhkan waktu yang lama. CCNA Academy bisa berbulan-bulan, ada 4 course, totalnya 280 jam. 2 course pertama untuk persiapan ICND 1 (CCENT), dan course 2 akhirnya untuk persiapan ICND2.

Bukan masalah durasinya, tapi fleksibilitas tempatnya.

Di Netacad kita juga bisa mencari course yang sifatnya ‘self-placed’, sayangnya Cisco tidak menyediakan training CCNA RS untuk ini.

Selengkapnya tentang ini silakan baca disini.

Jangan ikut CCNA Fastrack

Sebelum pada protes.

Saya jelaskan dulu, CCNA Fastrack ini diperuntukkan untuk mereka yang sudah memahami konsep dasar. Sangat tidak disarankan untuk pemula.

Lalu, buktinya banyak pemula total yang ikut CCNA Fastrack bisa lulus CCNA?

Silakan tanya mereka.

Target kita disini bukan sekedar lulus CCNA, tapi paham CCNA.

Makanya jangan kaget kalau ketemu alumni fastrack (dan sudah bersertifikat CCNA) tapi… ada yang tidak paham dengan konsep, bahkan yang paling dasar. Namun semua kembali ke diri masing-masing.

Saya pribadi tidak menyarankan.

Self study

Alias belajar sendiri.

Training CCNA itu tidak wajib, tanpa training juga kita bisa mendaftar ujian CCNA kalau sudah merasa siap.

Maka opsi inilah yang menjadi pilihan terbaik. Terutama bagi kamu yang terkendala waktu, ingin mengeksplorasi scope CCNA secara bebas dan bisa mengatur ritme belajar sendiri.

Oleh karena itu kami membuat panduan ini sebagai bentuk berbagi untuk kamu yang ingin belajar CCNA secara mandiri, sampai paham.
..secara gratis.

Gratis bukan berarti cuma-cuma. Kamu tetap harus mempersiapkan hal-hal yang sudah saya jelaskan diatas.

Sekarang, sudah siap?

Kita baru saja memulai.

Sebagai awal pembelajaran CCNA, silakan kamu simak materi yang saya sebutkan diatas satu persatu.

Jika membutuhkan diskusi, silakan bergabung ke grup diskusi @belajarnetworking di Telegram. Disana banyak teman-teman yang baru memulai belajar jaringan dari dasar, tentunya level CCNA.

Ada juga kegiatan nge-lab bareng sebagai bahan praktik dan oprek jaringan tiap hari. Silakan join melalui link berikut. See you there!

17 Comments

  1. Selamat siang mas / mbak. Ada yang mau saya tanyakan. Yang pertama, apa memang kita membutuhkan buku untuk belajar CCNA? Lalu untuk bukunya kalau tidak dicetak lagi apa ada rekomendasi buku lain untuk bisa saya pelajari?

    Oh ya, saya baca kalau mas / mbak pernah belajar CCNA di Udemy. Apa belajar CCNA di Udemy itu bayar / tidak

    Itu saja dari saya, terima kasih ~~~

    1. Mas Bagaskara,

      Menurut saya, butuh. Banget. Kalau emang mau bener-bener paham. Memang materinya banyak, tapi kalau dipelajari pelan-pelan, InsyaAllah, gampang.

      Mengenai course CCNA udemy, sebenernya ada yang gratis, ada yang bayar. Bahkan yang memang berbayar, bisa gratis atau promo sekian persen.

      Saya pribadi engga suka belajar dari video, jadi lab CCNA udemy yang saya singgung diatas tsb hanya kumpulan lab nya saja. (Silakan di search). Khusus bagian ini sebenernya practical, kumpulan lab yang saya rekomendasikan tetep yang CCNA Exploration.

      Selebihnya bisa dicari dimana aja, di reddit, di learningnetworks, di networkengineering stack exchange, di certcollection, bahkan di GNS3 sekarang sudah ada lab marketplace, gratis.

      Sama-sama mas. Terima kasih kunjungannya.

      1. Saya kemarin cari buku-buku yang kamu tulis di artikel ini. Tapi tidak satupun buku tersebut ada (sesuai dugaan saya). Saya cari di gramedia Depok Margonda, dan toko buku besar di Depok Town Square. Lalu, ada rekomendasi buku lain ga?

        1. Buku-buku CCNA Guide diatas, untuk versi cetaknya setau saya tidak sampai ke Indonesia penjualannya mas. Tapi saya lihat temen pernah beli dari toko online (ex: tokopedia) untuk yang official cert guide CCNA dari Wendell Odom.

          Selain itu kamu bisa pesan langsung ke ciscopress. FYI, versi digitalnya juga engga begitu sulit ditemukan sih.

  2. Apakah saya bisa meminta kontak person mas? Saya ingin konsultasi. Saya sangat berharap mas mau membantu. Terimakasih.

  3. Selamat malam mas, terimakasih atas penjelasannya. Saya sedang belajar menggunakan Cisco paket Tracer. Setelah baca tread ini sy jadi agak lebih mengerti untuk belajar dasarnya harus seperti apa dulu. Terimakasih sangat membantu mas.
    Salam.

  4. min saya mau konsultasi dong, dikampus saya mau ngadain Ujian CCNA 1 (Routing & Switching) dan itu sifatnya wajib sya semester 5 dan saya ngambil D3. sementara ujiannya tanggal 19 Nobember , pendaftaran nya batasnya 12 Oktober. saya berminat dan apakah akan keburu buat belajar? terus apa saja yang harus saya pelajari. terimakasih . saya sudah join di telegram 🙏

    1. Keburu… sih. but… kenapa jadi terburu-buru? Bukankah materi-materinya sudah dipelajari di semester-semester sebelumnya?

      Perlu digaris bawahi nih, Ujian CCNA 1 yang mas denis maksud itu (sepertinya dan besar keyakinan saya) adalah bagian dari CCNA Academy yang diadakan di kampus. (Di artikel ini saya singgung).

      Jadi bukan CCNA RS (200-125)

      » Ok, yang dipelajari tentunya materi di semester CCNA Academy tersebut. Keburu atau tidak, seharusnya akan keburu, KALAU fundamentalnya sudah paham.

  5. Permisi pak, saya lulusan SMK otomotif, tapi mau terjun ke IT dan tertarik ke Networking, belum paham sama sekali. Gimana ya pak dari mana saya bisa mulai belajarnya, terima kasih sebelumnya. . ..

  6. Assalamualaikum, saya mau tanya kalau umur sudah 29 tahun apakah sudah telat baru mau belajar jaringan?
    Terimskasih

    1. Salam om Budi,
      Coba main-main ke r/ccna/, disana banyak yang 35++ masih fighting to ccnas (belajar jaringan).

      Jadi masalahnya bukan di terlambat atau belum. Tapi, butuh atau tidak. Selama merasa butuh, go! learn it! No excuse!

  7. Assalammualaikum.. Saya ingin sekali training Cisco dan memiliki sertifikat ccna (jika berkehendak ingin sampai ccie).. Saat ini saya bekerja sebagai IT engineer namun dikantor menggunakan mikrotik.. Dan saya punya rencana Ingin bermigrasi dr mikrotik ke cisco (tentunya pindah ke perusahaan lain).. Pertanyaannya usia saya 35 apakah kira2 masih bisa dg sertifikat nantinya yg saya miliki (mungkin di usia 36+) bekerja di tempat lain? Mohon saran dan jawabannya.. Tks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.