Apa itu CCNA dan Manfaat Memperoleh Sertifikat CCNA

Manfaat Sertifikat CCNA

Sebelum kita bahas apa itu CCNA dan manfaat yang kita peroleh jika memiliki sertifikat CCNA, baiknya kita ketahui dulu bahwa masih ada beberapa jalur sertifikasi selain milik Cisco yang bisa kita tempuh, yaitu CompTIA, LPI (Linux), Juniper, Microsoft, dan MikroTik.

..selain itu masih ada beberapa lagi.
Tapi setidaknya diatas itu yang paling dikenal saat ini.

Okay, dibawah nanti saya akan jelaskan beberapa alasan kenapa harus memilih CCNA, dan apa manfaat memiliki sertifikat ccna.

Mengapa bukan yang lain?
Karena pertanyaan ini nantinya berpeluang muncul, maka akan saya jawab deluan.

Jawabannya; tidak harus, dan tergantung.

  • Tidak harus CCNA, yang lain juga tidak masalah.
  • ..dan itu tergantung dengan kebutuhan; dimana kamu bekerja, apa yang dibutuhkan oleh konsumen (client)
  • Produk apa yang digunakan dan kesanggupan akan pengadaan perangkat tersebut
  • dst.

Point pertama kita lewatkan. Kita bahas point-point yang selanjutnya.

Sebagai orang yang bergelut di IT Networking, CCNA menjadi opsi yang paling berpotensi untuk membangun karir dan skill. Memang tidak akan langsung menjadi seorang IT Network yang expert, namun setidaknya inilah pintu gerbang yang pertama kali perlu kita buka.

..sebelum memanjang.
Mari kita ketahui dulu apa itu CCNA kemudian kita kupas tuntas manfaatnya secara lengkap berdasarkan objektif yang terkandung di materi CCNA.

Apa itu CCNA?

CCNA adalah singkatan dari Cisco Certification Network Associate. Sebuah program sertifikasi di industri jaringan komputer yang dikeluarkan oleh Cisco System. Perusahaan yang saat ini secara de-facto menjadi standar teknologi jaringan komputer di dunia.

Program sertifikasi CCNA dikeluarkan oleh cisco pada tahun 1998.
CCNA merupakan sertifikasi tingkat intermediate (menengah) yang berarti lulusan pemegang sertifikat cisco CCNA dianggap sudah mampu mengelola jaringan level medium-high skala enterprise.

Namun pada tahun 2007, cisco menambah kebijakan lagi dengan mengeluarkan program sertifikasi CCENT atau Cisco Certified Entry Network Technician sebagai jenjang alternatif yang bisa ditempuh untuk mengambil sertifikasi CCNA.

Selengkapnya tentang CCENT akan saya bahas dibawah.

Beberapa Program Sertifikasi Cisco dan Tingkatannya

Cisco System sebagai perusahaan multinasional yang mempelopori teknologi jaringan komputer memiliki beberapa program sertifikasi yang bertujuan untuk menghasilkan tenaga-tenaga berpengalaman untuk mengoperasikan produk mereka.

Program sertifikasi tersebut seperti berikut:

Cisco Certifications
Gambar 1: Cisco’s Network Certifications
Source: https://learningnetwork.cisco.com/community/certifications

Ada banyak sekali jenis sertifikasi yang dikeluarkan oleh cisco. Namun yang paling populer adalah CCNA RS (Routing Switching).

Maka tak jarang muncul pertanyaan, kalau mau mengambil sertifikasi cisco, bagusnya darimana dulu?

Jawabannya: mulai dari CCNA RS (Routing Switching).
Kalau kamu buka situs-situs maupun buku-buku tentang networking, sebagian besar akan mengatakan hal yang sama. Cisco sendiri menyarankan untuk memulai dari sertifikat CCNA RS.

Oh ya, saat ini, ketika orang berbicara tentang CCNA, yang mereka maksud adalah CCNA Routing Switching. Kecuali menyebutkan jalur yang spesifik di akhir kalimatnya.

Okay. Sekarang kita bahas manfaat memiliki sertifikat CCNA.

Inilah 6 Alasan Kenapa Kamu Harus Memiliki Sertifikat CCNA

Seperti kita ketahui, sertifikat adalah satu hal yang nyata manfaatnya dalam membangun karir. Entah itu menjadi karyawan, konsultan, pengusaha, apapun.
Karena dengan sertifikat berarti kita sudah memiliki pengakuan tertulis dari penerbit sertifikat.

..bahwa kita sudah kompeten di bidang tersebut, dalam hal ini sertifikat CCNA RS.
Kenapa harus CCNA RS?

1. Routing dan Switching sebagai Core Jaringan Komputer

Routing dan switching adalah tulang punggung suatu jaringan komputer. Ketika berbicara infrastruktur jaringan komputer, 2 hal yang tak pernah dilupakan adalah: routing, dan switching.

Sederhananya, routing adalah proses pemilihan arah lalu lintas antar jaringan komputer.
Sedangkan switching adalah aktifitas penerimaan data, memproses dan memforwardnya ke dalam jaringan.

Dua perangkat tersebut kita kenal sebagai router dan switch.

Maka sudah semestinya sebagai IT Network Engineer kita mesti paham mengenai teknologi routing switching.

2. CCNA Certified – Artinya Telah disertifikasi Oleh Networking Leader

Meski diluar sana banyak perdebatan mengenai vendor apa yang terbaik. Tapi tetap saja cisco certified menjadi paling prioritas saat ini.

Hal ini terbukti dengan pada umumnya persyaratan melamar kerja sebagai Network Engineer, hampir semua perusahaan mensyaratkan kandidat harus lulusan CCNA.
Bukan yang lain.

Dengan kata lain, CCNA adalah sertifikasi high-class, dan sudah diakui kualitasnya.

Tentu saja saat ini mayoritas perusahaan besar menggunakan perangkat cisco. Walaupun begitu, suatu saat berhadapan dengan perangkat lain, seorang CCNA tidak akan kebingungan.

Mengapa?
Karena material yang terkandung di CCNA sudah disusun secara sistematis, distandarkan sehingga konsepnya terpakai di semua perangkat selain cisco.

3. Foundational Knowledge yang Benar-Benar Solid dan Mudah Didapat

Memulai dengan jalur CCNA RS, berarti kita sudah memulai untuk terjun ke dunia IT Networking yang benar-benar nyata dengan segala kompleksitasnya.

Untungnya kita tidak akan kesulitan menghadapinya karena dalam belajar CCNA banyak sekali faktor yang bisa mengatasi semua permasalahan tersebut:

  1. Kita bisa dengan mudah menemukan buku-buku kualitas terbaik, untuk hal ini cisco sudah memiliki laman ciscopress sebagai laman resourcenya.
  2. Halaman dokumentasi cisco sangat lengkap.
    Mulai dari dokumentasi perangkat hingga protokol yang digunakan. Tidak semua vendor menyediakan halaman dokumentasi selengkap ini.
  3. Banyak komunitas yang dedicated.
    Tentu keberadaan komunitas sangat membantu kita dalam menyelesaikan suatu permasalah terhadap produk yang kita gunakan. Bahkan cisco menyediakan portal learning khusus yakni learningnetwork.cisco.com.

..dan masih banyak lagi. Karena ketenaran dan laku kerasnya sertikasi CCNA ini maka di Indonesia kita bisa dengan mudah menemukan lembaga-lembaga training CCNA.

4. Tidak Perlu Khawatir akan ‘Cisco Minded’

Justru kita perlu khawatir jika ‘other vendor minded’.

Karena cisco sebagai networking leader umumnya menjadi patokan bagi vendor-vendor lain. Maka tak jarang jika kita menemukan perangkat yang cara konfigurasinya mirip-mirip dengan cisco.

Lalu bagaimana suatu saat di lapangan harus berhadapan dengan perangkat lain?

Tidak perlu khawatir juga.
Seperti penjelasan diatas, sebab dengan CCNA RS kita benar-benar sudah dipersiapkan dengan tumpukan pondasi dasar dan siap menekuni fokus lain, meski beda perangkat sekalipun.

Hanya perlu sedikit saja penyesuaian, tak perlu sampai terseok-seok 🙂

5. Membuka Peluang untuk Kenaikan Gaji

Memiliki sertifikat CCNA sudah pasti meningkatkan peluang kita agar bisa diterima bekerja di perusahaan-perusahaan yang kita idamkan. Terutama peluang diterima di perusahaan yang sudah menjadi gold partner cisco.

Bagi kamu yang ingin bekerja di perusahaan yang kamu idamkan, apalagi kamu seorang freshgraduate, belajar CCNA adalah salah satu cara ampuh untuk mendongkrak karirmu.

Namun kalau hanya sekedar diterima bekerja di perusahaan saja, ini misi yang terlalu sederhana.
Manfaat memiliki sertifikat CCNA tidak hanya untuk mereka yang sedang mencari pekerjaan, namun juga bermanfaat bagi kamu yang saat ini sedang bekerja dan ingin memperoleh pendapatan yang lebih.

Perusahaan biasanya memiliki kebijakan mengenai hal ini, jika kamu sudah lulus dan bersertifikat CCNA maka jangan ragu untuk mengajukan pertimbangan. Yah tentunya harus dibuktikan dengan peningkatan kinerja yang sesuai juga.

Disamping itu juga kamu bisa menggunakan keahlian CCNA untuk membuka bimbingan belajar, konsultasi, pembuatan lab latihan, dan sebagainya.
Intinya kemampuan CCNA ini bisa kita manfaatkan baik di dalam maupun di luar kantor.

6. Karena Pondasinya Sudah Tercukupi, Maka Kita Siap untuk Menekuni Bidang Lain

Ibarat kita sudah terbiasa bermain komputer, sudah lihai menavigasikan berbagai sistem operasi apapun, hingga troubleshootingnya.
Maka bukanlah hal yang sulit lagi jika kita ingin menajamkan skill di bidang komputer, apakah di bidang programming, design, networking atau yang lain.

Begitu juga dengan bidang networking, dengan CCNA RS kita sudah paham betul konsep dasar jaringan komputer. Sehingga dengan mudah bagi kita jika ingin mengambil jalur sertifikasi yang lain.

Selain karena alasan diatas, cisco juga menyarankan untuk mengambil sertifikat CCNA agar nanti lebih mudah ketika ingin mengambil jalur sertifikasi yang lain.

Mari kita perhatikan gambar dibawah ini:

CCNA RS as prerequisites of the most cisco certifications track
CCNA RS as prerequisites for most other cisco’s certifications
Source: https://learningnetwork.cisco.com/community/certifications/security_ccna

Misalnya ingin mengambil CCNA security, kita bisa langsung mendaftar ujian 210-260 IINS karena sudah memenuhi CCNA RS sebagai prerequisites (prasyarat).

Tidak hanya CCNA security, sertifikat CCNA routing dan switching juga bisa menjadi prasyarat untuk jalur yang lain seperti CCDA atau CCNA Wireless.

Selebihnya tentang ini kamu bisa membuka link learningnetwork cisco diatas.

Dengan semua alasan tersebut, kita juga bisa juga menyimpulkan bahwa: dengan sudah memiliki sertifikat CCNA berarti kita sudah memiliki modal yang cukup dan pengetahuan yang mumpuni.

Selanjutnya pilihan ada di tangan kita, apakah ingin melanjut ke profesional level, atau berpindah ke track yang lain, atau bahkan mengambil program sertifikasi yang disediakan oleh vendor lain seperti yang sudah saya sebutkan diatas.

Sudah jelas kan manfaatnya? 🙂

Lalu, Bagaimana Caranya Mendapatkan Sertifikat CCNA?

Beberapa teman sering bertanya kepada saya.
CCNA itu kan level associate/intermediate, pasti sulit mempelajarinya (memang sih).

Bagi kamu yang di sekolah atau di kampus sudah belajar tentang jaringan komputer, tau yang sudah punya dasar komputer,  tentunya hal ini bukan masalah lagi karena sudah terbiasa dengan istilah-istilah di dunia networking.

Beda cerita bagi mereka yang tidak punya latar belakang di dunia IT sebelumnya.
Tapi tertarik untuk mendapatkan sertifikat CCNA, bagaimana caranya?

Tidak perlu hilang percaya diri.
Kabar baiknya, pada tahun 2011 (sudah lama) cisco mengeluarkan program sertifikasi untuk entry level. Ini bisa jadi solusi untuk kamu yang sekarang merasa kurang percaya diri atau merasa terlalu sulit untuk mendapatkan sertifikat CCNA.

Coba perhatikan gambar 1 diatas. Terdapat 4 tingkatan sertifikasi cisco, yaitu:

  1. Entry level (CCENT)
  2. Associate (CCNA)
  3. Professional (CCNP), dan
  4. Expert (CCIE)

Kabar buruknya, karena di Indonesia lebih mengenal CCNA, maka popularitas CCENT sangat kecil bahkan jarang terdengar.
..dan kabar buruknya lagi, banyak peserta yang gagal ujian CCNA, seluruh dunia. Bukan hanya Indonesia saja.

Padahal jika dimulai dari CCENT, peluang gagal tersebut tentunya lebih kecil.
Karena jumlah presentase gagal ujian CCNA tersebutlah yang membuat cisco mengeluarkan program sertifikasi CCENT.

Cisco Certified Entry Network Technician (CCENT)

Tunggu.
Jangan terkecoh atau memandang sebelah mata dengan title sertifikasi ini, karena CCENT sama sekali bukan level pemula.

Jika kamu pernah bertanya ke orang lain atau membaca di forum-forum, banyak yang menyarankan bahwa lebih baik mengambil sertifikat CompTIA A+ atau Network+ sebagai persiapan mengambil sertifikat CCENT.

Berarti secara tidak langsung kita bisa mengartikan bahwa materi CCENT atau CCNA benar cenderung lebih sulit dibanding sertifikasi lain yang setara.

Kembali ke CCENT, agar tidak salah paham.
Saya tekankan kembali bahwa CCENT benar-benar bukan entry-level, ini hanya alternatif. Agar kita bisa lebih mudah memperoleh sertifikat CCNA.
Kenapa?

Begini, untuk mengambil ujian CCNA, kita bisa menempuh 2 jalur:

  1. Ujian ICND1 – kode exam 100-105 (CCENT) dan ICND2 – kode exam 100-125.
    Kalau lulus ICND2 setelah mendapatkan CCENT, maka kita resmi menyandang gelar CCNA. atau..
  2. Langsung ujian CCNA 200-125 (Composite)

Kemudian,
Mending pilih cara pertama, atau cara kedua?

Ambil Ujian CCENT 100-105 (ICND1) kalau..

Kamu mengalami kendala seperti yang saya katakan diatas.

..dan memang memiliki rencana untuk meneruskannya ke CCNA atau program sertifikasi cisco yang lain.
Karena CCENT menjadi prerequisites untuk jalur yang lain. Hal ini diacu kepada materi yang terkandung di CCENT.

Cara Memperoleh Sertifikat CCNA
Dua cara mendapatkan sertifikasi CCNA R/S
Source: https://learningnetwork.cisco.com/community/certifications/ccna

Berikut perhitungannya:

  • 75 persen materi CCNA adalah keseluruhan CCENT (ICND1).
  • Selebihnya, 25 persen lagi adalah pelengkap (ICND2) untuk menyempurnakan sertifikasi CCNA.

Materi yang diujiankan di CCENT mencakup dasar jaringan komputer, teknologi jaringan komputer, networking model, ip address dan subnetting, managing cisco IOS and cisco devices, basic routing sampai RIP, basic switching hingga inter-VLAN, security, NAT dan perkenalan IPv6.

Sedangkan sisanya seperti spanning tree, VTP, network management, EIGRP, OSPF, troubleshooting IP, WAN, hingga intelligent networks ada di ICND2.

Selengkapnya kamu bisa mengecek materi ujian CCNA di halaman ini, karena sewaktu-waktu dapat berubah.

Ambil Ujian CCNA (Composite) kalau..

Kamu memang benar-benar sudah merasa siap, dan paham betul semua materi CCNA.
Saya pribadi sangat menyarankan alternatif pertama, karena pertimbangannya seperti ini.

  1. Materi CCENT lebih sedikit dibanding CCNA, peluang gagal tentu lebih sedikit.
  2. CCENT bisa menjadi prasyarat untuk sertifikasi jalur yang lain, manakala kamu memang benar-benar lebih tertarik dengan jalur lain misalnya CCNA security.
  3. Biaya lebih murah, hanya setengah dari CCNA (biaya ujian CCNA saat ini adalah $325).
  4. Kalaupun ingin CCNA, tinggal ujian ICND2, dan materinya tinggal 25% lagi, tentu jauh lebih gampang.

Kenapa hanya 25%?
Karena sebagian besar hanya pengulangan dari ICND1, penguasaan topik, dan penambahan lainnya yang sedikit.

Kalau 4 hal diatas tidak layak jadi pertimbangan kamu karena memang benar-benar siap dengan materi ujian yang isinya gabungan, silakan ambil alternatif ini.

Berdasarkan diskusi saya dengan teman-teman, sebagian besar mereka langsung mengambil ujian CCNA composite. Begitu juga dengan saya.
Sebab ketika belajar CCNA, materi yang saya pelajari kadang melampaui materi CCNA sehingga saya sudah merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun bagaimanapun, saya tetap menyarankan alternatif pertama, yakni dengan ujian CCENT terlebih dahulu. Lebih banyak opsi dan tingkat kesulitannya lebih sedikit.

Jangan karena di Indonesia lebih banyak langsung ujian CCNA, kita ikut-ikutan.
Silakan pertimbangkan dan sesuaikan dengan rencana dan kemampuan diri sendiri.

Catatan

Kamu bisa melihat catatan khusus artikel ini pada tab berikut.

Istilah

CCNA: Cisco Certified Network Associate
CCENT: Cisco Certified Entry Network Technician
ICND1: Interconnecting Cisco Network Device 1
ICND2: Interconnecting Cisco Network Device 2

Ujian

CCNA – 200-125 (Composite) = $325
ICND1 – 100-105 (CCENT) = $160
ICND2 – 200-105 (CCNA) = $160

Selengkapnya:
– Tentang ujian: https://learningnetwork.cisco.com/community/certifications/ccna
– Biaya dan pendaftaran: http://www.pearsonvue.com/cisco/

17 Comments

    1. Lembaga apa ya mas? Kalau training, di Indonesia sudah banyak seperti; ID-Networker, Best Path, Nixtrain, Netcampus, dll.
      Kalau CCENT yang ngeluarin tetap Cisco, tapi ujiannya melalui pearson vue. Daftarnya dari pearson vue dulu. Nanti pas registrasi exam, pilih ICND1 :))

    1. Bisa mas, kenapa engga bisa? 😀
      Siapapun bisa ikut CCNA Academy (ini ke training partner).
      Ingat, ini cuma training, artinya tidak wajib.

      Karena pelaksanaan ujian nanti dari pearson vue, ujiannnya di exam center. Tidak seperti halnya ujian MTCNA.

    1. Keren mas didik :))
      Iya buat ‘permulaan’ memang lebih enak di Cisco CCNA RS karena fundamentalnya. Tapi Juniper juga cukup lengkap dokumentasinya dan course gratisnya.

  1. Bang kmarin sempat denger dari dosen info kek gini, cuman dosen kurang detail jelasinnya, inti dari omongan dosen ia ingin merekrut kami dan melatih kami untuk ikut ujian sertifikasi ini, pertanyaan saya saya ingin ikut ujian sertifikasi ini setelah lulus kuliah karena sya ga sanggup dengan beban kuliah jadi harus selasain satu satu dulu apakah bisa?

    Atau ada batasan umur atau pendidikan untuk ikut ini? Dan dosen blang waktu itu biaya nya 10 jtan bener? Karena saya merasa ilmu networking yang saya dapat di kampus kurang karena saya dulu bukan belatar belakang sekolah smk TKJ, tapi saya sudah kenal komputer dan komponen nya sudah lama jadi saya udah punya dasar ilmu komputer juga lah yah tapi ga sebanyak anak anak yang skolah smk TKJ,

    Jadi pertanyaan lagi nih bang apakah waktu ikut ujian sertifikasi ini kita sbeelumnya apakah akan diajarkan lagi dengan berbagai materi dan praktik tentang networking tersebut lalu ikut ujian atau 10 juta tadi hanya ujian saja?? Sory bang nanya nya kepanjangan heheh mohon di jawab bang 😁

    1. Biasanya kampus suka bikin CCNA Academy mas, setelah itu ada kesempatan bagi yang nilainya tinggi dapet voucher ujian (internasional) CCNA sekian persen.

      1. Sambil kuliah, sambil belajar CCNA, gapapa. Justru keren. Kalau merasa engga kuat, sekuatnya kamu aja.
      2. Engga ada batasan sih kayanya. Tapi lebih usia muda, lebih bagus, karena sekarang banyak yang masih muda udah CCIE. Banyak juga yang 30-an masih prepare CCNA. Enak yang mana ya? 😀
      3. Biaya ujian (saat jawaban ini saya kirim) masih $325 untuk CCNA RS. Tidak sampai segitu, mungkin biaya tsb sudah include dengan biaya trainingnya mas.
  2. Hai gan. Kalo kursus online dengan level:

    • Entry level (CCENT)
    • Associate (CCNA)
    • Professional (CCNP), dan
    • Expert (CCIE)

    Dengan bahasa indonesia yg nanti materinya bisa di akses secara online dalam bentuk video gitu ada gak?

    1. Kalau level CCENT/CCNA sepertinya masih ada mas, sepertinya ya. Saya kurang tahu juga. Kalau sudah diatasnya rata-rata juga bahasa inggris, di cisco sudah ada learninglabs.cisco.com.

      Juga ramai di youtube , udemy, ine, dll, tapi ya itu, bukan bahasa indonesia. Kalau mau bahasa indonesia, training local saja seperti di IDN menyediakan bootcamp sampai CCIE.

      Nah ini bahasa indonesia. Tapi mungkin bukan seperti video yang mas cari.

  3. Saya tidak kuliah. umur saya sekarang 25 tapi saya kerja sebagai asisten teknisi. ingin sekali meningkatkan karir. setelah dengar ccna saya ingin memperoleh nya.
    Saran pertama untuk pemula yg baru di mengetahui dan ingin belajar gimana ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.