Konfigurasi Dasar Cisco IOS Router dan Switch: Hostname, Banner & Interface

Konfigurasi dasar cisco

Konfigurasi dasar cisco atau administrative configuration cisco IOS merupakan tahapan dasar sebelum konfigurasi fungsi utama perangkat itu sendiri. Biasanya dalam implementasi perangkat router dan switch (atau apapun), alurnya seperti ini:

  1. Pemeriksaan kondisi perangkat, dari module-module, fan, power supply, dan kesehatan hardware lainnya.
  2. Initial configuration, defaultnya konfigurasi yang ada di setup mode di tulisan sebelumnya. Kecuali kita mau memasang package extra di IOS, ada tambahan lagi.
  3. Administratif configuration, konfigurasi dasar — yang akan kita bahas sekarang.
  4. Konfigurasi fitur yang dibutuhkan, routing, switching, atau security.
  5. Testing.
  6. Mount to production.

Ada teman yang bertanya kepada saya “gimana kalau kita salah konfigurasi, terus error, dan hasilnya fatal”. Bisa saja, misal kita salah nge-route hingga mengacaukan jaringan. Tapi ini kemungkinannya kecil.

Karena sebelum perangkat tersebut live, kita sudah lakukan testing dulu — simulasi. Ini disebut stagging, tahap 2  sampai 5 . Di tahap mount to production juga ada step lagi yang harus dilalui, sehingga tidak perlu khawatir.

Continue reading →

Perkenalan Cisco IOS (Internetworking Operating System)

Cisco IOS

Sama seperti komputer, perangkat jaringan komputer juga membutuhkan sistem operasi agar dapat melakukan tugasnya. Router dan switch cisco memiliki beberapa jenis OS seperti Cisco IOS, Unified, FX-OS (firepower), NX-OS (nexus), dll.

IOS juga terbagi menjadi IOS-XE dan IOS-XR, ini di track service provider. Tidak perlu diambil pusing, kalau sudah paham IOS pasti dengan mudah menyesuaikan. Karena sebagian besar perintah dan pengelolaannya sama.

Di track CCNA routing switching, OS yang dipelajari cuma satu, yaitu IOS (note: bukan iOS atau ios). Sehingga yang kita bahas kali ini hanya IOS. IOS digunakan oleh router dan switch, jadi nanti prakteknya bisa saja pakai switch, bisa pakai router.

Oh iya, sebelum melanjutkan, saya sarankan kamu sudah pernah melihat bagaimana wujud router dan switch cisco (baik secara langsung maupun hanya gambarnya saja) Ini serie yang bisa kamu telusuri di mesin pencari.

  1. Catalyst Switch: 2960 (layer 2) dan 3560, 3750, 3850 (layer 3)
  2. Router: 1900, 2900, 4400

Continue reading →

Penjelasan Tentang OSI Model

OSI Model

OSI model selalu tampil dalam bahasan materi jaringan komputer. Bahkan menjadi satu fondasi terpenting yang harus dipahami, terutama ketika belajar CCNA.

Padahal. Faktanya, networking model satu ini dalam prakteknya tidak digunakan, bahkan tidak pernah menjadi standar networking model.

Aneh ya?

Lantas, untuk apa kita capek capek memahami OSI model?

Dibawah kamu akan mengetahui alasannya, meski sedikit sudah saya jelaskan di bab sebelumnya.

Kali ini kita akan membahas tentang sejarah OSI model dan manfaatnya, 7  layer OSI dan cara kerjanya serta proses enkapsulasinya.

Continue reading →

Penjelasan TCP/IP Serta Enkapsulasinya

TCP/IP

Dari materi sebelumnya, kita sudah mengetahui bahwa ada 2 jenis networking model, yaitu TCP/IP dan OSI. Di bab kali ini kita akan membahas tentang TCP/IP, sejarahnya, hingga proses enkapsulasinya.

Kita bisa menganggap bahwa networking model itu adalah sekumpulan dokumen. Masing-masing dokumen ini berisi syarat-syarat yang agar suatu jaringan dapat berfungsi dan juga aturan-aturan logis (protocol).

Apa itu protocol?

Analoginya, ketika ingin membuat sebuah bangunan, tentunya kita butuh yang namanya blueprint, bagaimana pondasinya, desain internal, desain external, tata letak ruangan, hingga alur-alur kelistrikan, gas, pembuangan asap, dan lain sebagainya.

Dengan adanya blueprint tersebut, semua pihak yang mengerjakan bangunan tersebut akan bisa bekerja dengan baik, dari tukang listrik, tukang cat, interior desainer, dan seterusnya sudah mengikuti acuan yang sama.

Jadi, protocol merupakan cara agar setiap perangkat yang berbeda-beda bisa saling berkomunikasi dengan efektif baik secara perangkat lunak maupun perangkat keras.

Continue reading →