Panduan Dasar Belajar GNS3: Mengenal GNS3 dan Fitur-Fiturnya

Belajar GNS3

Siapa orang network yang tidak tau GNS3?

Bagi orang-orang yang berkutat di dunia jaringan komputer, gns3 adalah pilihan tools yang terbaik. Bahkan wajib dimiliki.

Kenapa? Berikut alasannya:

  1. GNS3 bersifat free, dan open source. Apalagi yang lebih baik daripada free software, yang mengutamakan freedom pengguna? Open source, kode sumber terbuka dan kita bisa berkontribusi di github mengenai fiturnya.
  2. Oleh karena itu GNS3 menjadi tools simulasi network yang terfavorit hingga kini. Penggunanya banyak, komunitasnya banyak. Supportnya mudah didapat.
  3. Jika berbicara tentang aplikasi network simulator, GNS3 memiliki fitur yang hampir tak terbatas.

Diatas masih 3 alasan umum.

Masih buanyaak lagi manfaat yang bisa kita dapatkan dari gns3 yang bisa membantu pembelajaran untuk menguasai jaringan komputer.

Apa itu GNS3?

GNS3 adalah aplikasi simulator jaringan (Graphic Simulator Network) berbasis GUI yang di rilis pada tahun 2008. Dengan GNS3 kita bisa mensimulasikan perangkat asli baik dengan bantuan emulator ataupun teknologi virtualisasi.

Salah satu teknologi emulator yaitu dynamips, yang digunakan untuk mensimulasikan Cisco IOS.

Dulu, untuk mensimulasikan (mengemulasikan) router Cisco, kita perlu menginstall dynamips terlebih dahulu, bisa di Windows, Linux, FreeBSD, atau MAC OS.

Dengan GNS3, semuanya sudah include, sudah dikemas sedemikian rupa dengan interfacenya, sehingga jauh lebih mudah digunakan seperti sekarang ini.

Inilah Kenapa Seorang Network Engineer Harus Punya GNS3

Ketika belajar CCNA, kita bisa memanfaatkan packet tracer. Tapi biasanya akan menghadapi kesulitan jika melanjut ke track lebih tinggi seperti CCNP atau CCIE.

Kalau urusan router cisco, semuanya bisa kita pelajari hanya dengan GNS3. Tapi kalau belajar switch, GNS3 tidak support semua fiturnya, hanya sebagian kecil. Ini akan kita bahas di panduan ke 3 tentang perangkat apa saja yang bisa disimulasikan di GNS3.

Solusi terakhir adalah dengan membeli perangkat asli, masalah pertama tentu adalah biaya. Lalu fleksibilitas. Makanya walaupun kita punya perangkat asli, tetap saja butuh GNS3.

Bisa dibilang GNS3 memang aplikasi wajib yang harus dimiliki seorang IT networker.

gns3 for every network person

Diatas adalah catatan di forum /r/ccna. “GNS3, the network simulator that every network person should have”.

… dan satu lagi alasan terakhir kenapa kita harus punya GNS3.
GNS3 mudah digunakan.

Tapi.
Tidak sedikit orang yang merasa kesulitan menggunakan GNS3.

Oleh karena itu panduan ini akan membahas tentang GNS3, fitur-fiturnya, hingga nanti kamu bisa membuat lab virtual sendiri menggunakan GNS3. Di komputer sendiri.

Gratis, tanpa perlu membeli perangkat asli.

Mari kita mulai.

Perbandingan Antara GNS3 dengan Packet Tracer, Lebih Bagus yang Mana?

Sering saya mendengar orang-orang yang bertanya-tanya tentang gns3 dan packet tracer.

GNS3 atau Packet Tracer, yang mana yang lebih bagus?
Kalau mau belajar CCNA, enaknya pakai GNS3 atau Packet Tracer?

Banyak yang bingung 😀

Simpelnya begini, packet tracer adalah aplikasi simulasi jaringan yang dikeluarkan oleh Cisco System, hanya bisa digunakan untuk mensimulasikan perangkat cisco saja, yang lain tidak bisa.

Kita juga tidak bisa mensimulasikan real device di packet tracer, karena packet tracer hanyalah simulator, bukan emulator software.

Sedangkan di GNS3, hampir semuanya bisa disimulasikan, dari router cisco, juniper, mikrotik, firewall, segala macem. Hampir tak terbatas.

Misalnya, jika kita sudah punya image OS router cisco (IOS), kita dapat mengemulasikannya di dalam GNS3. ..atau kita sudah punya image RouterOS (mikrotik) baik di VirtualBox, VMware, atau Qemu, bisa di jalanin di GNS3.

Tampilan

Berikut tampilan aplikasi cisco packet tracer.

tampilan_cisco_packet_tracer

Sedangkan tampilan GNS3 adalah seperti berikut.

tampilan_gns3

Secara tampilan antara packet tracer dan GNS3 seimbang. Sama-sama user friendly.

Kalaupun kamu orang yang baru menggunakan salah satu aplikasi ini, paling cuma butuh 1 sampai 2 hari untuk membiasakan diri.
Selebihnya sudah lancar.

Kemudahan Dalam Penggunaan

Tapi ada perbedaan yang paling mendasar antara cisco packet tracer dengan GNS3.

Biasanya banyak yang bingung disini setelah install GNS3.

“Loh kok routernya gak ada?” 😀
Kalau di packet tracer kan semua perangkatnya sudah ada, tinggal drop saja ke workspace.

Disini bedanya,  karena GNS3 tersusun atas komponen-komponen emulator dan teknologi virtualisasi, tugasnya hanya mengemulasikan/memvirtualisasi, maka kita yang menentukan sendiri apa yang mau dijalankan diatas emulator tersebut.

Sehingga di GNS3 kita harus menyediakan isinya sendiri, router, switch, firewall, server. Semuanya.  Ada sih beberapa perangkat bawaan seperti virtual switch, hub, cloud, tapi ini hanya pendukung.

Jangan hawatir, dibawah kamu akan belajar cara menambahkan perangkat-perangkat ke GNS3 dan cara menggunakannya.

Fitur yang Ditawarkan

Sebenarnya perbedaan fitur packet tracer dan gns3 sudah bisa kita lihat dari jenis aplikasinya. Semua perangkat di cisco packet tracer bersifat simulated, sedangkan di gns3 adalah virtualized, atau emulated.

Fitur Cisco Packet Tracer

Seperti pada tampilan packet tracer diatas, ada 2 hal fitur mencolok di packet tracer yang tidak dimiliki oleh GNS3.

  1. Format .pka, scoring, dan window task completion. Kalau kamu pernah mengerjakan lab dengan format .pka, pasti paham keseruannya. Disini kita bisa melihat score pengerjaan, panduan pengerjaan (di task completion window, ada atau tidaknya opsional, tergantung si pembuat file).
  2. Simulation mode. Sesuai namanya, mode simulasi, bisa kita aktifkan untuk melihat proses komunikasinya, nanti terdapat informasi PDU setiap layernya. Ini berguna sekali untuk pemahaman awal belajar jaringan komputer, terutama OSI layer dan TCP/IP.

… nah mengenai fitur simulation mode. Ini termasuk fitur favorit saya, dan semua orang. Kalau masih pertama belajar jaringan komputer terutama CCNA, ini kudu wajib harus musti dikuasai terlebih dahulu, karena kalau real nya harus menggunakan wireshark.

Pusing pasti kalau pakai wireshark, apalagi belum paham networking model.

Penasaran?
Saya sudah menuliskan tentang memahami OSI layer dengan memanfaatkan simulation mode di packet tracer. Silakan dibaca.

Satu lagi fitur packet tracer yang lumayan berbeda dengan gns3, yakni tutorials on demand, sudah include di packet tracer itu sendiri.
Seperti ini maksudnya:

fitur_cisco_packet_tracer
Fitur packet tracer
Klik menu help: [1] Contents & [2] Tutorials
Buanyak banget kan. Lengkap.

Sekilas aja tentang packet tracer. Selebihnya kamu bisa melihatnya di packet tracer kamu sendiri.

Sekarang kita bahas fitur-fitur yang ada di GNS3.

Fitur GNS3

Berbeda dengan packet tracer, gns3 tidak bersifat included:

  1. Tidak ada simulation mode. Karena yang disimulasikan adalah real devices, caranya bisa menggunakan aplikasi sniffer seperti wireshark atau tcpdump.
  2. Tutorialnya tidak ada di aplikasi, semuanya diluar. Berarti harus mencari sendiri, di website gns3 sendiri, di blog, di forum, atau di buku. Dari yang gratis sampai berbayar.
    Oh ya, GNS3 juga menyediakan academy, dari penggunaan dasar GNS3 sampai semuanya tentang network yang menggunakan GNS3.

#1. Dynamips: Emulator Router Cisco

Awal tujuan orang-orang menggunakan GNS3 biasanya untuk mensimulasikan perangkat cisco. GNS3 memanfaatkan emulator dynamips yang berguna untuk mengemulasikan Cisco IOS. Artinya, jika kita sudah punya image (OS-nya), kita sudah bisa menggunakannya di GNS3.

Namun untuk simulasi switch di GNS3 menggunakan IOS router sangat terbatas, ada fitur-fitur yang tidak bisa berjalan.

#2. Virtualisasi: Qemu, VMware, dan VirtualBox

Ada kalanya kita ingin mensimulasikan perangkat lain misalnya Windows/Linux server, MikroTik, Juniper, hingga perangkat high end seperti firewall Palo Alto, F5, ASA atau switch data center seperti Nexus atau Arista, dst.

Hampir semuanya sudah bisa disimulasikan di GNS3. Kita hanya perlu melakukan initial setting, bahkan beberapa diantaranya sudah memiliki template yang disediakan oleh developer GNS3 sehingga kita hanya memasukkan image nya saja.

Semua perangkat diatas nanti bisa dihubungkan dengan perangkat-perangkat lain mesti berada dalam environtment yang berbeda.

#3. Docker Container

Dukungan docker memang masih baru diimplementasikan di GNS3, tepatnya sejak GNS3 versi 1.5. Fitur ini berawal dari Google Summer of Code yang diikuti oleh Goran Cetusic.

Kemudian akhirnya diselesaikan dan oleh GNS3 team hingga sekarang sudah bisa digunakan.

#4. IOU: IOS on Unix

Berbeda dengan simulasi Cisco IOS di dynamips, IOU (dikenal juga dengan IOL) atau IOS on unix berjalan sebagai program (running as program) di lingkungan Unix.

Keuntungannya, IOU membutuhkan resource yang jauh lebih kecil dibanding jika kita menggunakan dynamips. Malah di IOU kita sudah bisa menggunakan IOS 15 (terbaru), dibanding dynamips yang masih 12.54.

Kecuali jika kita menggunakan Cisco 7200 di dynamips, bisa merasakan IOS 15, tapi RAM yang dibutuhkan sampai 512MB. Sangat jauh berbeda dengan IOU yang hanya puluhan MB.

#5. VPCS dan Perangkat Simulasi Build-in

Jika kamu pernah menggunakan Virtual PC Simulator (VPCS), ini adalah sebuah program untuk mensimulasikan komputer mini, fiturnya tidak banyak, umumnya DHCP hingga tools network connectivity seperti PING.

VPCS sangat berfungsi sekali untuk mensimulasikan end device. Di GNS3 sudah include dan terintegrasi VPCS, resource yang dibutuhkan sekitar 2MB.

Selain itu, jika kita membutuhkan virtual switch atau hub, juga sudah tersedia di GNS3. Hal ini berguna apabila kita tidak membutuhkan manageable switch di virtual lab.

Oh ya, di GNS3 2.0 (latest stable version), sudah terdapat appliance cloud yang siap pakai. Fungsinya untuk menghubungkan virtual lab dengan internet. Kalau sebelumnya kita harus melakukan sharing connection dulu dari main network adapter ke virtual network adapter.

#6. Integrasi dengan Wireshark

Wireshark juga sudah terintegrasi dengan GNS3. Artinya jika kita ingin menganalisa network yang kita buat, semua dapat dilakukan dengan mudah, tinggal click, dan capture.

integrasi_gns3_dengan_wireshark

Selanjutnya tinggal menganalisa. Hasilnya benar-benar tidak ada bedanya dengan real environment.

Sarannya, jika kamu belum paham tentang dengan networking model, lebih baik memulai pemahamannya dengan network simulation mode di packet tracer. Karena membaca hasil capture di wireshark relatif sulit untuk pemula.

Itulah sekilas tentang GNS3, perbedaannya dengan packet tracer, dan fitur-fitur (secara umum) yang bisa kita gunakan di GNS3.

Diatas adalah fitur-fitur secara umum, yang biasa digunakan sehari-hari. Untuk penggunaan yang lebih advance seperti penggunaan sebelum ke production, sering menggunakan fitur snapshot untuk membackup lab sewaktu-waktu terjadi kesalahan.

Silakan baca panduan selanjutnya tentang Instalasi GNS3.

3 Comments

  1. Mantap infonya, apalagi bagi pemula yg baru mengenal GNS 3, kata2nya mudah dipahami, lanjutkan bang,,,,,
    Thank,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.